Rabu, 30 September 2020

Jenis Bahan Kaos Yang Sering Digunakan Untuk Sablon

 Jenis bahan kaos yang biasanya digunakan terbilang banyak. Bahan kaos itu adalah katun, cardet, polyester,  TC atau teteron cotton, viscose, CVC atau  cotton viscose dan hyget. Setiap bahan kaos memiliki keunggulan dan kekurangan jika digunakan untuk sablon kaos. Berikut ini penjelasan singkat mengenai sejumlah jenis dari bahan kaos.


Bahan katun combed

Katun combed dibuat dari 100 persen serat kapas alami.  Teksturnya halus, terasa dingin, mudah menyerap keringat dan sangat nyaman dikenakan. Serat benangnya rata dan halus, dengan demikian penampilannya semakin rapi. Terdapat banyak jenis kain katun ini yaitu katun combed 20s, 24s dan juga 30s. Pembedanya adalah dari ketebalan kain itu. Jenis combed 20s biasanya menjadi favorit produsen kaos distro, karena sangatnyaman dikenakan dan harganya paling murah.


Bahan cardet

Serat benang pada kain cardet tidak sehalus kain katun.  Karena kain ini merupakan produk KW1 dari katun combed. Hasil dari rajutannya kurang rata dan halus, sehingga penampilan dari kaos berbahan ini kurang begitu bagus. Karena kualitasnya di bawah kain katun combed, maka harganya pun lebih murah. Pada umumnya kaos berbahan cardet ini digunakan untuk kaos oblong untuk olahraga, seragam buruh pabrik dan sebagainya. Pada umumnya kaos berharga murah menerapkan jenis kain ini, jadi sangat penting saat membeli untuk memperhatikan jenis bahan kaos.

Bahan  polyester
Bahan sintetis ini diproduksi dari bahan ester. Kalau dibandingkan dengan kain katun, kain polyester ini lebih tipis. Selain itu, teksturnya lebih kasar dan tidak dapat menyerap keringat. Dengan begitu kalau dikenakan, kaos berbahan ini terasa  tidak nyaman dan terasa panas.

Bahan Teteron Cotton atau TC
Bahan kaos ini adalah perpaduan antara bahan polyester dan katun. Komposisinya adalah 35 persen bahan katun dan 65 persen dari bahan polyester.  Karena komposisinya masih didominasi bahan polyester, maka bahan TC ini juga tidak mudah menyerap keringan, sehingga kurang nyaman kalau dipakai dalam kondisi suhu ruangan apalagi suhu panas. Kelebihan dari bahan ini adalah tidak mudah kusut dan juga tidak gampang melar, walaupun kaos berbahan TC ini sering dipakai.

Bahan viscose
Nama lain dari kain ini adalah rayon. Teksturnya mirip dengan kapas, umumnya bahan ini diterapkan untuk menambah kenyamanan untuk serat sintetis, termasuk guna meningkatkan tingkat kecerahan warna. Bahan ini tahan pada tingkat kelembaban tinggi, warnanya terlihat sangat cemerlang dan teksturnya terasa lebih lembut daripada kapas. Kain jenis ini memberikan kesan mewah, sehingga produsen menetapkan harga sablon kaos yang terbilang mahal untuk tipe kain ini.

Cotton Viscose atau CVC
Bahan ini perpaduan 45 persen viscose dan 55 persen katun combed. Karena kandungan katunnya besar, maka mudah menyerap keringat.

Bahan hyget
Bahan kaos ini diproduksi dari bahan plastik, sehingga harga bahan ini sangat murah.  Tapi kurang nyaman saat digunakan bahan kaos. Harganya yang sangat murah, sehingga jenis bahan kaos ini lebih banyak digunakan pada jasa sablon kaos murah untuk kepentingan kampanye saat akan Pemilu.




JENIS-JENIS SCREEN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYABLON KAOS


Jika anda sedang membuat sablon manual, screen sablon adalah barang yang sangat dibutuhkan sebagai salah satu alat perlengkapan menyablon.

Ada dua bagian pada screen sablon yaitu bagian utama yaitu bagian bingkai dan bagian kain screen atau kasa. Di mana bingkai yang digunakan pada screen sablon dapat terbuat dari alumunium atau kayu.

Adapun berdasarkan desain dan tujuan pemakaian screen. Screen yang umumnya digunakan untuk membuat sablon pada bahan kain secara keseluruhan bisa dibagi ke dalam beberapa kategori. Yaitu dimulai dari screen kasar (48 T-90 T), screen sedang (120 T-150 T), hingga screen halus (165 T-200 T).

Huruf T yang dicantumkan di depan angka tersebut  biasa diistilahkan dengan Thick yang kemudian disingkat T.

Ukuran T pada dunia sablon ini biasa digunakan untuk menunjukkan tingkat kerapatan pada anyaman benang-benang screen. Semakin besar angka tersebut, maka semakin rapat pula benangnya.

Nah berikut adalah ulasan jenis-jenis screen yang digunakan untuk menyablon kaos. Yaitu:

jenis Screen KASAR (48 T- 90 T)

screen yang paling jasa sablon kaos

Screen kasar memiliki lubang pori-pori yang cukup besar. Umumnya pori-pori yang besar ini mampu menyalurkan tinta dalam jumlah yang cukup banyak dan tebal.

Ada beberapa jenis ukuran screen kasar yang cocok digunakan di macam-macam kain yakni :

  • Screen 48 T – 55 T untuk mencetak sablon pada handuk, sprey, karung, dan selimut.
  • Screen 62 T untuk mencetak sablon dengan gambar-gambar timbul seperti lem stiker dan kaos.
  • Screen 77 T untuk mencetak sablon pada media kaos dan sablon spanduk.
  • Screen 90 T digunakan untuk mencetak sablon timbul dengan motif halus, kaca, serta bahan tekstil.

Jenis Screen Sedang (120 T-150T)

jenis screen kaos yang hebat

Screen berukuran sedang uumnya memiliki lubang pori-pori yang agak rapat. Screen dengan ukuran sedang ini biasa digunakan untuk menyablon bahan atau kaos yang tidak terlalu menyerap cat. Contohnya ialah seperti kertas, stiker, karton, kulit imitasi halus.

Adapun jenis-jenis screen sedang sesuai fungsinya adalah :

  • Screen 120 T untuk mencetak sablon pada kertas karton, kayu, kulit imitasi, dan logam halus.
  • Screen 150 T digunakan untuk mencetak sablon pada kertas, imitasi dan mika.

Jenis Screen Halus (165 T-200 T)

jenis jenis screen

Pada umumnya screen halus memiliki lubang pori-pori yang sangat kecil dibanding dengan jenis screen yang telah dipaparkan sebelumnya. Pori-porinya yang sangat kecil ini ternyata juga cukup rapat sehingga screen ini hanya bisa digunakan untuk menyalurkan tinta dalam jumlah sedikit.

Adapun jenis-jenis dari screen halus terdapat tiga kategori yaitu :

  • Screen T 165 untuk membuat sablon pada kertas dengan daya serap yang rendah. Screen T I65 ini bisa digunakan di sablon plastik, logam dan kaca.
  • Screen T 180 digunakan untuk mencetak sablon pada media plastik serta bahan-bahan lain yang bertekstur halus.
  • Screen T 200 digunakan untuk mencetak sablon pada media kaca dengan teknik

Ulasan di atas adalah mengenai jenis-jenis screen untuk menyablon. Ada screen yang bisa digunakan untuk bahan-bahan yang berjenis logam, kaca, plastik, kertas kayu dan sebagainya.

Namun jika anda ingin menggunakan screen untuk menyablon kaos, pilihlah screen yang sudah dipaparkan di atas dengan cermat agar sesuai dengan keinginan anda.



MACAM-MACAM BAHAN (TINTA) SABLON




Tinta termasuk bahan utama untuk proses sablon. Tiap tinta memiliki karakteristik masing masing. Beda bahan pakaian beda pula tinta nya. Meski begitu, ada beberapa tinta yang dapat digunakan untuk beberapa jenis pakaian. 



Dibawah ini adalah macam macam tinta yang sering kita temui di pasaran :

  • Sablon Rubber



5989924_6bfd7f0a-6200-4922-b8a5-f3154dde5ff8

Disebut juga tinta karet. Seperti namanya, tinta jenis ini terbuat dari karet. Karakteristiknya yaitu dapat melar jika ditarik seperti karakteristik karet. Biasanya digunakan untuk sablon tekstil, terutama kaos.

  • Sablon Pigmen


pigmen

Sablon yang sangat cocok dan hanya bisa dilakukan pada kain yang berwarna dasar terang. Sablon pigmen tak bisa digunakan pada kain berwarna gelap. Karena sifat sablon yang gelap akan kalah dengan warna dasar dari kain yang berwarna gelap juga. 

  • Sablon Plastisol

sablon%2Bplastisol

Termasuk tinta dengan basis minyak. Mempunyai beberapa keunggulan antara lain : tinta tak mudah mengering di screen, daya tutup tinta juga baik, dapat menghasilkan efek timbul yang bagus karena dapat dibuat tebal, dll. Kelemahan dari tinta jenis ini adalah biaya produksinya yang mahal karena memerlukan mesin yang mahal pula. Kelemahan lainnya adalah hasil dari tinta ini tak dapat di setrika karena dapat membuat hasil sablon jenis ini cepat rusak.

  • Sablon Flocking



contoh-sablon-flock

Pada dasarnya merupakan sebuah efek beludru yang didapatkan dari transfer atau serbuk beludru yang ditiupkan keatas lem flocking. Yang paling murah adalah dengan menggunakan metode transfer karena teknik tiup membutuhkan peralatan yang cukup mahal dan tingkat kesulitan yang lebih sulit dibandingkan dengan metode transfer. 

Janis sablon lain yang juga biasa digunakan beberapa diantaranya yaitu:


  1. Sablon superwhite merupakan sablon dengan tinta yang disebut superwhite. Sablon jenis ini dirancang untuk kain berwarna gelap. Jadi kebalikan dari sablon pigmen diatas. Meskipun namanya superwhite, akan tetapi hasil yang dihasilkan tak egitu terang. Hal ini dikarenakan tinta superwhite menyerap kedalam kain sehingga menyebabkan warnanya tak begitu terang. 
  2. Sablon glossy effect (coating) yaitu salah satu effect yag menyebabkan hasil sablon menjadi lebih mengkilat. Teknik yang digunakan adalah teknik coating. Akan menyebabkan hasil sablon menjadi lebih tahan lama.
  3. Sablon gliter. Bahan glitter ini terdiri dari lem dan serbuk. Lemnya dinamakan lem glitter dan serbuknya dinamakan serbuk glitter. Efek yang dihasilkan bahan ini yaitu gemerlap sesuai jenis glitter yang digunakan. Beberapa yang sering ditemui dipasaran yaitu glitter rainbow, hologram, metalic, hexagon, dll.
  4. Sablon foam sering disebut dengan nama tinta timbul. Karakteridtik dari tinta ini adalah bisa mengembang jika kena press panas. Sama seperti sebutannya, bahan jenis ini digunakan untuk memberikan efek timbul pada bahan kain.
  5. Sablon foil yaitu hampir sama seperti glitter, bahan yang digunakan di foil ini adalah lem dan kertas. Lemnya dinamakan lem foil dan kertasnya dinamakan kertas foil. 
  6. Sablon glow in the dark. Bahan jenis ini dapat menghasilkan efek glow in the dark atau bersinar dalam gelap. Bahannya terdiri dari campuran fosfor yang menyerap cahaya dan memendarkannya saat keadaan gelap. 
  7. Sablon reflektif. Bahan yang akan berpendar jika disinari cahaya. Jadi efeknya kebalikan dari efek glow in the dark. 
  8. Sablon high density. Bahan yang digunakan adalah plastisol yang timbul. Tingkat ketajamannya pun lebih tinggi.
  9. Sablon discharge. Bahan yang memiliki efek yaitu dapat mencabut atau menghilangkan warna pada kain. Hal ini sering dilakukan untuk memberi warna baru pada warna yang telah dihilangkan oleh discharge ini.
  10. Sablon aspal yaitu bahannya menggunakan plastisol. Harus menggunakan teknik khusus agar efek bisa benar benar seperti aspal. 

PENGERTIAN SABLON

 Sablon. Kata yang sudah tidak asing lagi di masyarakat. Tentunya sudah banyak orang yang tahu apa itu sablon. Sablon adalah teknik mencetak yang menggunakan kain, kaca, plastik, kertas, kayu, dan lain sebagainya sebagai media. Penggunaan sablon yang paling utama yaitu digunakan pada media kaos, yaitu sebagai aksesoris atau untuk memperindah tampilan kain sudah jadi yang berupa kaos, jaket, hoodie, sweater, dan lain-lain. 


Untuk saat ini, sablon dengan menggunakan alat bantu display sablon yang berupa saringan merupakan sablon yang paling populer karena menggunakan alat bantu berupa saringan, sehingga sablon ini sering juga disebut sebagai cetak saring.

Kelebihan sablon


Kelebihan sablon yakni mempermudah pelaku usaha atau produsen yang ingin mempercantik produk-produk buatan mereka. Dengan adanya teknik sablon orang orang tidak perlu melukis secara manual dengan menjadikan media cetak sebagai kanvas. Cukup dengan teknik sablon, maka pekerjaan akan lebih cepat selesai. Apalagi dengan semakin majunya teknologi, alat alat bantu sablon juga semakin maju.

Jika dengan teknik menggambar atau melukis hanya bisa menyelesaikan satu persatu gambar dan butuh waktu lama, maka dengan teknik sablon dengan jumlah yang sama akan memerlukan waktu yang lebih sedikit. Hasilnya pun lebih stabil karena menggunakan cetakan yang sudah ditentukan sebelumnya. Selain itu teknik sablon dapat menghasilkan efek menarik seperti timbul, mengkilap, glow in the dark, glitters, dan lain-lain. Biaya cetak menggunakan teknik sablon lebih murah. Dan juga, teknik sablon lebih fleksibel karena dapat digunakan di banyak media cetak. 

Kegiatan menyablon sekilas tampak mudah dan sederhana, pada prakteknya menyablon membutuhkan kemampuan khusus untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.

Cara pencetakkan sablon :

  1. Yang harus dilakukan pertama kali adalah membuat film atau master cetak.
  2. Afdruk display screen sablon.
  3. Tuangkan tinta sablon diatas alat bantu sablon (screen). Tintanya disesuaikan dengan media cetak yang digunakan.
  4. Ratakan tinta di display sablon dengan mengunakan rakel agar tinta dapat disalurkan melalui lubang display yang tidak terafdruk sehingga yang tercetak adalah gambar yang diinginkan. 
  5. Setelah selesai, keringkan hasil cetakan tersebut.


Selain itu, banyak sekali yang berminat untuk mempelajari sablon karena teknik sablon ini mudah dipelajari dan tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk memulainya, bila dibandingkan dengan usaha percetakan lainnya.

Proses tersebut diatas hanya penjelasan sederhana. Pada proses penyablonan yang sebenarnya, prosesnya lebih rumit dan memerlukan alat bantu yang lebih banyak agar hasil lebih maksimal.

PENGERTIAN SCREEN PRINTING


Sablon manual atau screen printing
 adalah teknik mencetak dalam berbagai media seperti kaos, kaos, plastik, kertas, kaca, kayu dan sebagainya dengan menggunakan alat bantu berupa screen sablon (atau sering juga disebut film sablon). Kegiatan menyablon sekilas tampak mudah dan sederhana, pada prakteknya menyablon membutuhkan kemampuan khusus untuk mendapatkan hasil yang berkualitas.

 

Keunggulan dari teknik sablon adalah :

1.Bisa mencetak dengan jumlah yang banyak

2.Hasil relatif stabil

3.Menghasilkan beberapa efek menarik, mis : glitters, glow in the dark, timbul, mengkilap/metalik, dsb.

4.Biaya cetak cukup terjangkau

5.Fleksibel bisa di aneka jenis permukaan bahan.

Selain itu, banyak sekali yang berminat untuk mempelajari sablon karena teknik sablon ini mudah dipelajari dan tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk memulainya, bila dibandingkan dengan usaha percetakan lainnya.

 

Cara kerja teknik sablon

Secara sederhana, proses menyablon dapat di uraikan secara berikut :

1.Membuat master cetak dengan menggunakan screen sablon yang kita miliki.

2.Afdruk screen sablon

3.Tuangkan tinta yang disesuaikan dengan bahan yang digunakan ( Contoh bahan kaos – kita sablon dengan tinta sablon kaos ) diatas screen

4.Ratakan tinta di screen sablon menggunakan rakel sablon agar dapat tersalurkan melalui lubang screen yang tidak terafdruk sehingga mencetak gambar yang kita inginkan

5.Setelah tercetak sempurna, keringkan tinta dengan di hotgun dan di press.

Proses yang diterangkan diatas hanya ilustrasi sederhana, namun dalam proses sablon sebenarnya, ada begitu banyak hal dan peralatan yang kita perlukan agar memperoleh hasil sablon yang baik. Untuk mencari jasa sablon manual di pontianak silakan menghubungi kontak kami untuk info lebih lanjut.

JENIS-JENIS BAHAN UNTUK JAKET, JUMPER (HOODIE), SWEATER

  S ebelum membahas jenis bahan untuk jaket, hoodie, atau sweater sebaiknya kita perlu  mengenal jenis bahan kaos   lebih dahulu. Sebab, bah...